• put your amazing slogan here!

    Translate

    MAYORITAS PERAWAT KITA DI ARAB TERTUKAR PROFESI


    kita berencana tapi Allah jua yang menentukan. Itu adalah kata kata terahir buat kami sebagai tenaga perawat yang harus menelan pil pahit di arab saudi. Kita berangkat ke arab saudi hanya untuk 1 tujuan,yaitu bekerja sebagai perawat dan menerima gaji sesuai profesi. Dari awal kita sudah mendaftarkan diri sebagai perawat, semua berkas dan persyaratan mengaju ke perawat.

    ternyata bencana besar melanja kami para perawat profesional indonesia.entah siapa yang salah,mayoritas perawat tertukar profesi.sesampainya disini kami bukanlah perawat,tapi pendamping pasien cacat dan gangguan jiwa.kalau cuma pendamping tak perlu kuliah perawat,bahkan anak tamatan SD SMP juga bisa,sebab tak butuh ijazah perawat.dan gaji yang kami terimapun hanya 1/2 dari perawat.

    kami telah berusaha 1001 cara guna memperjuangkan hak hak kami sebagai perawat,tapi pihak PJTKI hanya janji dan janji.kami telah menghubungi PJTKI bahkan lembaga lembaga resmi pemerintah tapi hasilnya nihil. Dari lembaga saudi arabia siap me Rubah dan mengembalikan hak hak kami asal PJTKI siap memprosesnya. Nah saran kami buat teman sejawat alangkah baiknya berhati hati,jangan percaya sama PJTKI begitu saja. Kami juga tak mau ada korban yang terus bertambah dari perawat.

    saya pribadi sangat kecewa atas PJTKI saya,tapi apa daya janji tinggalah janji dan hak hak kami terabaikan,tak ada yang bisa menolong kami disini.sebagaian teman memilih ingin pulang saja,tapi ternyata harus menyediakan uang sekitar 20jt buat ganti rugi perusahaan,karena tak ada uang sebesar itu maka dengan sangat perpaksa dan sangat menyesal kami harus menyelesaikan ahir kontrak.

    selain itu banyak janji janji manis yang kami terima,dan ternyata semua itu adalah bohong. Saya pribadi menyesal dan sangat menyesal kenapa harus berangkat dengan PJTKI yang terkenal bonafid itu tapi ternyata seperti itu. Setelah saya di arab saudi saya baru tau ternyata banyak sekali teman teman perawat kita yang tertukar profesi,bahkan mayoritas. Memang, kalau seperti ini banyak teman teman yang merasa penurunan ekonomi selama di arab ini.soalnya gaji hanya 3jt,makan sendiri. Katakanlah makan extra irit dan prihtin habis 1jt/bulan.sisa 2 juta,kita belum beli pulsa, alat mandi,jajan, dll.sehingga ada yang tidak bisa kirim atau kirim kerumah 1jt. Belum biaya berangkat umumnya pinjam. Dengan kondisi seperti ini sudah bisa di simpulkan ”rugi besar ke arab saudi”. Kalau hanya kirim 1jt kita bisa kerja di indonesia,kenapa harus jauh jauh ke negeri onta.sebagaian ada impian bisa haji di arab,tapi impian kandas juga.sebab kalau mau haji kita harus mbayar sekitar 30jt,meski jarak kita dekat sama mekah.gajian kita ngga seberapa,kalau mau haji mesti mengumpulkan uang dulu entah berapa tahun kerja. Arab saudi memang pasang tarif tinggi buat warganya yang mau haji,kalau tidak demikian mungkin banyak orang arab yang mau haji tiap tahun,akibatnya bisa jadi tamu Allah asal mancanegara tidak kebagian tempat. buat teman yang mau tanya seputar perawat saudi boleh tanya saya langsung di bbm 5780fba1. saran saya hati hati dan jangan percaya begitu sama PJTKI meski itu perusahaan bonafit dan tetkenal


    0 comments:

     

    Blogger news

    About

    Blogroll